Dirjen Udara Pastikan Pesawat Pengantar Haji 2018 Laik Terbang - Indonesia Bisnis

Dirjen Udara Pastikan Pesawat Pengantar Haji 2018 Laik Terbang

Dirjen Udara Pastikan Pesawat Pengantar Haji 2018 Laik TerbangFoto: dirjen udara

Jakarta -Guna memastikan keamanan dan kenyamanan selama penerbangan, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menggelar rampcheck pesawat yang akan mengantarkan para calon jemaah haji ke Tanah Suci. Dirjen Perhubungan Udara menyampaikan dari rampcheck yang dilakukan terhadap 21 pesawat secara umum telah laik terbang.

"Secara umum pesawat udara yang diperiksa dalam kondisi laik udara. Ada beberapa temuan yang didapat selama ramp check, namun sebagian besar temuan tidak kuat pada kelaikudaraan. Temuan yang menghipnotis kelaikudaraan sudah direktifikasi dan pesawat sudah laik terbang dan beroperasi kembali," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (25/7/2018).

Hal itu diungkap Agus ketika melaksanakan rampcheck pesawat Boeing B777 Garuda pendaftaran PK-GIA di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta. Pesawat tersebut merupakan pesawat yang akan dipakai oleh maskapai Garuda Indonesia untuk menerbangkan 390 jemaah haji kloter 19 dari DKI Jakarta, hari ini.

Menurut Agus yang didampingi Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah 1 dan Kasubdit Perawatan DKUPPU Kikin Asikin, rampcheck dilakukan untuk menyukseskan penyelenggaraan Penerbangan Haji 2018 sehingga sanggup terealisasi dengan lancar, selamat, kondusif dan nyaman.

Dia menyampaikan Inspektur dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Ditjen Perhubungan Udara dan Kantor Otoritas Bandar Udara di masing-masing embarkasi sudah melaksanakan rampcheck pesawat haji pada 16-20 Juli 2018 lalu.

Dalam kurun waktu itu, jumlah investigasi dari 12 lokasi Bandar Udara yakni sebanyak 57 investigasi dan investigasi per individual sebanyak 21 pesawat.

Dalam pelaksanaan rampcheck hari ini, Agus berpesan kepada pilot yang akan mengantarkan jemaah haji ke Madinah. Ia mengingatkan semoga pilot senantiasa mengikuti mekanisme penerbangan semoga perjalanan terealisasi dengan lancar, nyaman, dan aman.

"Kami sudah melaksanakan pengecekan terhadap pesawat ini dan pesawatnya laik terbang. Saya berpesan pada pilot Capt. Fahmi untuk membawa pesawatnya dengan hati-hati dan sesuai dengan standar mekanisme penerbangan yang berlaku sehingga hingga ke tujuan membawa tamu-tamu Allah SWT dengan selamat kondusif dan nyaman," ujar Agus.



Agus pun meyakinkan para jemaah yang akan berangkat bahwa keamanan penerbangan Indonesia telah diakui oleh otoritas internasional sehingga berada pada level keamanan tertinggi.

"Kami bekerja dengan sepenuh hati melayani bapak-ibu para jamaah tamu Allah SWT. Dan saya harapkan bapak-ibu jemaah tidak perlu khawatir alasannya yakni kami akan dengan sekuat tenaga menjaga keselamatan penerbangan haji ini. Keselamatan penerbangan Indonesia ketika ini sudah berada pada level tertinggi dan diakui oleh dunia internasional baik itu Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), FAA Amerika dan Uni Eropa," lanjutnya.

Agus memaparkan pihaknya juga telah melaksanakan koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait dengan penerbangan haji 2018, baik itu di dalam maupun luar negeri.

Misalnya pengelola bandara keberangkatan di Indonesia dan kedatangan di Arab Saudi, maskapai penerbangan Garuda dan Saudi Arabian Airlines, pengelola Lalu lintas udara Indonesia (AirNav) dan negara-negara yang dilintasi penerbangan haji Indonesia, juga pihak terkait lain dari dalam maupun luar negeri ibarat Kementerian Agama Indonesia dan Arab Saudi.

Agus menyatakan semua stakeholder penerbangan nasional harus terus bergotong-royong bekerja sama demi suksesnya penerbangan haji mulai dari berangkat hingga datang.

Untuk diketahui, sesuai Keputusan Menteri Agama maskapai yang ditunjuk melayani penerbangan haji tahun ini yakni PT. Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines. Garuda telah menyiapkan armada berjumlah 13 unit pesawat.

Terdiri dari 5 unit pesawat Boeing B777-300 dengan kapasitas 393 seat, 3 unit pesawat B747-400 dengan kapasitas 455, 4 unit pesawat Airbus A330-300 dengan kapasitas 360 seat dan 1 unit pesawat A330-200 dengan kapasitas 325 seat.



Sedangkan Saudi Arabian Airlines menyiapkan armada 18 unit yang terdiri dari 11 unit pesawat Boeing B777-300 dengan kapasitas 410 seat dan 7 unit pesawat B747-400 dengan kapasitas 450 seat. Menteri Agama juga telah tetapkan embarkasi dan debarkasi haji. Ada 12 bandara yang dipakai sebagai embarkasi dan debarkasi haji, serta 5 bandara untuk embarkasi antara.

Bandara embarkasi dan debarkasi haji tersebut yakni Bandara Sultan Iskandar muda Aceh, Bandara Kualanamu Medan, Bandara Minangkabau Padang, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Bandara Hang Nadim Batam, Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, dan Bandara Lombok Praya Lombok.

Sedangkan embarkasi haji antara yakni Bandara Djalaluddin Gorontalo, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Bandara Sultan Thaha Jambi.

Sumber detik.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Dirjen Udara Pastikan Pesawat Pengantar Haji 2018 Laik Terbang"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel