Panglima Tni: Bahaya Siber Muncul Di Kala Revolusi Industri 4.0
Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal Hadi Tjahjanto (Foto: Mochammad Zhacky Kusumo/detikcom)Jakarta -Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa Indonesia dikala ini tengah menghadapi kala Revolusi Industri 4.0. Menurutnya, kala tersebut merupakan sebuah tantangan yang perlu menjadi concern bagi Tentara Nasional Indonesia dan Polri.
"Tantangan selanjutnya yang muncul dikala ini yakni lahirnya kala gres yang dinamakan kala Revolusi Industri 4.0 atau kala disrupsi," kata Hadi dikala menunjukkan pengarahan kepada anggota TNI-Polri Kalteng di Kalawa Convention Center, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (26/4/2018).
"Dalam kala ini, transformasi pada aneka macam bidang dipicu oleh penemuan distruptif yang secara serta merta merubah paradigma yang telah ada sebelumnya menjadi suatu paradigma yang benar-benar gres dan yang tidak pernah diduga sebelumnya," paparnya.
Namun, ia menuturkan, dari aneka macam kemajuan di kala Revolusi Industri akan ada sisi negatif yang perlu diantisipasi. Di antaranya yakni munculnya bahaya siber di kala tersebut.
"Namun setiap kemajuan mempunyai paradoks berupa sisi negatif yang harus kita antisipasi bersama. Paradoks yang sanggup muncul sebagai bahaya yaitu bahaya siber (cyber threats), bahaya biologis (bio threats) dan bahaya kesenjangan (inequality threats)," sebut Hadi.
Di tamat penyampaiannya, Hadi lantas mencontohkan kasus kebocoran satu juta data pengguna Facebook yang terjadi baru-baru ini sebagai salah satu pengaruh yang timbul pada kala tersebut.
"Contoh paling gres yakni disalahgunakannya data pengguna Facebook. Kaprikornus dikala kita menikmati aneka macam layanan di media umum dengan gratis, sadarilah bahwa informasi perihal diri kita yang bergotong-royong sedang menjadi komoditi dan sedang diperdagangkan data aktivitasnya di media umum tersebut," tutupnya.
Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal Hari Tjahjanto sedang melaksanakan road show selama dua hari di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Road show tersebut untuk menjalankan misi sinergitas antara Tentara Nasional Indonesia dan Polisi Republik Indonesia dalam menjaga netralitas terlebih di tahun politik ibarat dikala ini.
Belum ada Komentar untuk "Panglima Tni: Bahaya Siber Muncul Di Kala Revolusi Industri 4.0"
Posting Komentar